Kenangan saya saat SMP pun, tidak kalah lucu dan menariknya.
Sebenarnya, dulu saya ingin masuk pesantren. Tapi, ummi belum
mengizinkan. Akhirnya saya mendaftarkan diri di SMP 46 BDG. Letaknya
tidak terlalu jauh dari rumah saya. Terjangkau dengan jalan kaki. Saat
SD dan SMP biasanya saya jalan kaki ke sekolah. Perjalanan yang cukup
jauh, jadi tidak terasa melelahkan karena bersama teman-teman.
Saat pertama kali masuk dan mengikuti MOS (Masa Orientasi Siswa),
saya masuk di kelas 1D. Tapi, anehnya ketika sudah mulai proses KBM nama
saya tidak ada dalam absen. Ada dua orang teman juga yang nasibnya sama
seperti saya. Nama kami bertiga ternyata ada di kelas 1E. Dan akhirnya,
kami bertiga pun dipindahkan ke kelas tersebut. Saat itu, saya menolak
untuk dipindahkan karena sudah merasa nyaman dengan teman-teman di kelas
1D. Saya terus membujuk seorang guru sampai-sampai saya harus menangis
agar tetap di kelas 1D. Ternyata acting saya tidak berhasil. Hari itu
juga, saya langsung di antarkan masuk ke kelas 1E. Mencoba untuk di
nikmati saja…
Saat SMP pun, saya membuat suatu perkumpulan bersama teman-teman yang bernama FDAI (Forum Dakwah Akhwat Ikhwan). FDAI mempunyai prinsip ”SAY NO TO PACARAN BEFORE MARRIAGE”.
Kegiatan ini, memberikan pemahaman kepada saya, bahwa tidak ada pacaran
di dalam islam. Dan sampai saat ini, saya masih mencoba mempertahankan
dan memegang prinsip ”SAY NO TO PACARAN BEFORE MARRIED”. Walaupun, begitu banyak godaan yang datang.
Selain FDAI, Ketika itu, saya juga membuat perkumpulan GRANAT (Gerakan Anti Narkoba) bersama beberapa teman laki-laki. Dalam perkumpulan ini, anggota perempuannya hanya dua orang. Serasa jadi wanita tangguh.
Ketika SMP kegiatan yang saya ikuti adalah PMR.
Selama tiga tahun, saya bersungguh-sungguh mengikuti setiap kegiatan
PMR ini. Saya sempat di katakan penghianat PRAMUKA oleh pelatih PRAMUKA
SD saya. Karena sewaktu SD, regu RAFLESIA sempat menjadi regu yang
terbaik. Sempat pernah mendapatkan gelar BINTANG TAHUNAN, selempang dan
TKK yang sangat banyak. Tapi, ketika SMP saya malah lebih memilih PMR.
Alasan saya, karena DEMO PMR saat MOS benar-benar memikat hati. Dan saat
itu, PRAMUKA SMP 46 tidak berkembang dengan baik. Awalnya saya ingin
masuk KRM(keluarga Remaja Masjid), tetapi Pembina OSIS membatasi siswa untuk berorganisasi lebih dari satu.
Saya sempat diberi amanah untuk menjadi DANPAS / KETUA PMR ketika kelas dua.
Dan ketua MPK (MAJELIS Perwakilan Kelas) saat kelas 3. Pengalaman menjadi seorang pemimpin adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi saya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar