Senin, 25 November 2013

cerita saya

Kenangan saya saat SMP pun, tidak kalah lucu dan menariknya.
Sebenarnya, dulu saya ingin masuk pesantren. Tapi, ummi belum mengizinkan. Akhirnya saya mendaftarkan diri di SMP 46 BDG. Letaknya tidak terlalu jauh dari rumah saya. Terjangkau dengan jalan kaki. Saat SD dan SMP biasanya saya jalan kaki ke sekolah. Perjalanan yang cukup jauh, jadi tidak terasa melelahkan karena bersama teman-teman.
Saat pertama kali masuk dan mengikuti MOS (Masa Orientasi Siswa), saya masuk di kelas 1D. Tapi, anehnya ketika sudah mulai proses KBM nama saya tidak ada dalam absen. Ada dua orang teman juga yang nasibnya sama seperti saya. Nama kami bertiga ternyata ada di kelas 1E. Dan akhirnya, kami bertiga pun dipindahkan ke kelas tersebut. Saat itu, saya menolak untuk dipindahkan karena sudah merasa nyaman dengan teman-teman di kelas 1D.  Saya terus membujuk seorang guru sampai-sampai saya harus menangis agar tetap di kelas 1D. Ternyata acting saya tidak berhasil. Hari itu juga, saya langsung di antarkan masuk ke kelas 1E. Mencoba untuk di nikmati saja…
Saat SMP pun, saya membuat suatu perkumpulan bersama teman-teman yang bernama FDAI (Forum Dakwah Akhwat Ikhwan). FDAI mempunyai prinsip ”SAY NO TO PACARAN BEFORE MARRIAGE”. Kegiatan ini, memberikan pemahaman kepada saya, bahwa tidak ada pacaran di dalam islam. Dan sampai saat ini, saya masih mencoba mempertahankan dan memegang prinsip ”SAY NO TO PACARAN BEFORE MARRIED”. Walaupun, begitu banyak godaan yang datang.
Selain FDAI, Ketika itu, saya juga membuat perkumpulan GRANAT (Gerakan Anti Narkoba) bersama beberapa teman laki-laki. Dalam perkumpulan ini, anggota perempuannya hanya dua orang. Serasa jadi wanita tangguh.
Ketika SMP kegiatan yang saya ikuti adalah PMR. Selama  tiga tahun, saya bersungguh-sungguh mengikuti setiap kegiatan PMR ini. Saya sempat di katakan penghianat PRAMUKA oleh pelatih PRAMUKA SD saya. Karena sewaktu SD, regu RAFLESIA sempat menjadi regu yang terbaik. Sempat pernah mendapatkan gelar BINTANG TAHUNAN, selempang dan TKK yang sangat banyak. Tapi, ketika SMP saya malah lebih memilih PMR. Alasan saya, karena DEMO PMR saat MOS benar-benar memikat hati. Dan saat itu, PRAMUKA SMP 46 tidak berkembang dengan baik. Awalnya saya ingin masuk KRM(keluarga Remaja Masjid), tetapi Pembina OSIS membatasi siswa untuk berorganisasi lebih dari satu.
Saya sempat diberi amanah untuk menjadi DANPAS / KETUA PMR ketika kelas dua.
Dan ketua MPK (MAJELIS Perwakilan Kelas) saat kelas 3. Pengalaman menjadi seorang pemimpin adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi saya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar