Nama ;indra desmanto
Kls ;
2EA27
NPM ;13212689
1. Pengertian Organisasi
Apakah arti organisasi?
organisasi dapat diartikan sebagai kumpulan beberapa orang yang bekerja
bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Organisasi dalam bentuk apapun
akan selalu ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Organisasi merupakan unsur
yang dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat dengan beberapa alasan, seperti
organisasi digunakan untuk mendapatkan sesuatu yang tidak mungkin dapat kita
lakukan sendirian, dengan bekerja sama individu-individu dapat menyelesaikan
tugas-tugas yang apabila dikerjkan seorang diri tidak akan tercapai, organisasi
dapat menyediakan pengetahuan yang berkesinambungan serta dapat menjadi sumber
karier yang penting.
Selayaknya sebuah organisasi seharusnya menghasilkan
sesuatu yang bermanfaat bagi anggota organisasi maupun masyarakat sehingga
organisasi mampu mempertahankan kelangsungan hidup mereka. Secara umum
organisasi dibedakan atas dua bentuk, pertama organisasi dengan orientasi laba
seperti perusahaan yang menyediakan produk barang atau jasa (baik perusahaan
besar maupun kecil) kemudian organisasi nirlaba atau yang tidak berorientasi
laba seperti yayasan, musium, rumah sakit milik pemerintah, sekolah,
perkumpulan sosial dan lain-lain.
Apapun bentuk organisasi itu diperlukan
usaha-usaha untuk mengelola kegiatan dan orang-orang maupun unsur lainnya yang
ada didalam organisasi agar tercapai tujuan dengan lebih baik.
2. Pengertian Manajemen
Semua bentuk organisasi
dimana orang-orang bekerja bersama mencapai tujuan yang telah ditetapkan,
membutuhkan manajemen. Manajemen diperlukan organisasi agar usaha pencapaian
tujuan menjadi lebih mudah.
Secara spesifik ada tiga
alasan utama dibutuhkannya manajemen dalam organisasi, yaitu:
1. Mencapai tujuan,
manajemen mempermudah pencapaian tujuan organisasi dan pribadi.
2. Menjaga keseimbangan
diantara tujuan-tujuan yang saling bertentangan, manajemen menyeimbangkan
tujuan-tujuan dan kegiatan-kegiatan yang saling bertentangan di antara
pihak-pihak yang berkepentingan dalam organisasi (stakeholders) seperti
pemilik, karyawan, konsumen, pemasok dan lain-lain.
3. Mencapai efisiensi
dan efektifitas, efisiensi dan efektifitas merupakan ukuran prestasi
organisasi.
Menurut Peter Drucker
efisiensi adalah melakukan pekerjaan dengan benar (doing thing right)
dan efektifitas adalah melakukan pekerjaan yang benar (doing the right thing).
Efisiensi
merupakan kemampuan untuk melakukan pekerjaan dengan benar, berkaitan dengan
biaya-biaya yang ditimbulkan dalam melakukan aktivitas. Mengukur biaya dari
sumber daya yang diperlukan dalam rangka mencapai suatu tujuan. Sedangkan
efektivitas merupakan kemampuan memilih alat yang tepat untuk mencapai tujuan
yang telah ditetapkan, berkaitan dengan melakukan pekerjaan yang seharusnya
dilakukan dan merupakan ukuran tentang pencapaian suatu tugas atau tujuan.
Sejauh mana tugas atau tujuan telah dicapai.
Yang dimaksud dengan Efisiensi
adalah menyelesaikan pekerjaan dengan usaha, biaya, atau pemborosan yang
minimum. Jadi efisiensi adalah kemampuan untuk melakukan pekerjaan
dengan benar. Sedangkan Efektivitas adalah penyelesaian
tugas-tugas yang membantu pencapaian sasaran organisasi atau bisa juga
dikatakan efektivitas adalah kemampuan untuk memilih tujuan yang
tepat/melakukan pekerjaan yang benar.
Sebagai ilustrasi kita ambil contoh misalnya belakangan
ini banyak manajer gagal memantau salah satu hasil usaha yang sangat penting,
yaitu efisiensi. Sebagai contoh Kantor Pos Pusat di Jakarta untuk
mencari paket kiriman yang hilang dari Jakarta ke Surabaya melakukan 5
panggilan telpon dari divisi yang terpisah ke kantor pos Surabaya. Hal ini
jelas kurang efisien. Jalan keluar yang terbaik adalah divisi pengiriman
paket menelpon langsung siapa kurir yang bertugas mengirimkan paket tersebut ke
Surabaya. Akan tetapi efisiensi saja tidaklah cukup untuk memastikan
keberhasilan. Oleh karena itu, selain peduli dengan efisiensi, para
manajer juga harus berusaha untuk mencapai hasil yang efektif. Selama
bertahun-tahun perusahaan Chrysler Motor mengalami penurunan penjualan, pangsa
pasar dan keuntungannya, walaupun mobil-mobil yang dibuatnya sudah sangat efisien.
Kemudian perusahaan tersebut melakukan inovasi baru dengan memproduksi mobil
rancangan pemenang lomba yang telah dirancang ulang, sehingga menarik minat
pembeli. Setelah itu Chrysler Motor mulai memperoleh kembali pangsa pasar dan
keuntungannya. Ini menunjukkan bahwa Chrysler Motor berusaha untuk efektivitas,
yaitu menyelesaikan tugas-tugas yang dapat menolong pencapaian sasaran
organisasi.
Kerja merupakan kegiatan yang menghasilkan
nilai bagi orang lain maupun diri sendiri. Bekerja dengan baik sehingga mampu
memberikan kesejahteraan bagi masyarakat dan diri sendiri mengarahkan
organisasi terhadap kebutuhan manajemen.
Apakah Manajemen itu ?
Begitu luasnya pengertian manajemen sehingga
tidak ada definisi yang secara konsisten digunakan oleh semua orang. Dalam hal
ini dua definisi manajemen dikemukan sebagi berikut :
1. Mary
Parker Follet, manajemen merupakan seni (art) dalam
meyelesaikan pekerjaan melalui orang lain.
2. James
AF Stoner, manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan dan pengawasan usaha-usaha anggota organisasi dan penggunaan sumber
daya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
3. Luther
Gullick, manajemen suatu ilmu (science).
4. James
H. Donnelly Jr.; James L. Gibson; dan Jhon M. Ivancevich,
manajemen adalah proses dari seseorang atau beberapa individu untuk
mengkoordinasi kegiatan-kegiatan dari orang lain untuk memperoleh hasil yang
tidak dapat dilakukan seorang individu saja.
5. Karthryn
M. Bartol dan David C. Marten, manajemen adalah proses
untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi dengan melakukan kegiatan-kegiatan dari
empat fungsi utama yaitu merencanakan (planning), mengorganisasi (organizing),
memimpin (leading), dan mengendalikan (controlling).
6. Chuck
Williams (2001), manajemen adalah menyelesaikan pekerjaan
melalui orang lain. Jadi seorang manajer bukanlah mengerjakan semua pekerjaan
sendiri. Dia bekerja melalui orang-orang yang memiliki kemampuan-kemampuan
teknis di lapangan, tanpa mengerjakan teknisnya (walaupun bukan berarti seorang
manajer tidak memiliki kemampuan teknis).
7. Murti
Sumarni-John Soeprihanto (1995), manajemen merupakan suatu
proses yang terdiri atas kegiatan-kegiatan mulai dari perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, dan pengendalian yang dilakukan
untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran melalui pemanfaatan sumber daya
manusia dan sumber daya yang lain. Pemanfaatan sumber daya-sumber daya lain
dalam perusahaan meliputi sumber daya bahan baku produksi, sumber keuangan,
mesin-mesin, dan cara yang digunakan dalam pemanfaatan yang efisien dan
efektif.
Berdasarkan
uraian tersebut manajemen dapat diartikan sebagai bekerja dengan orang-orang
dengan memanfaatkan sumber daya-sumber daya organisasi untuk menentukan,
menginterpretasikan dan mencapai tujuan-tujuan melalui pelaksanaan atau proses
fungsi-fungsi POLC (Planning, OrganizingLeading, Controlling).
Apakah Manajer itu ?
Manajer adalah orang yang bertanggung jawab
atas hasil kerja orang-orang yang ada di dalam organisasi. Manajer sebagai
perencana, pengorganisasi, pemimpin dan pengendali pelaksanaan aktivitas
sehari-hari organisasi.
Stoner menyatakan bahwa manajer adalah :
1. Manajer bekerja
dengan dan melalui orang lain.
2. Manajer
bertanggungjawab dan mempertanggungjawabkan.
3. Manajer menyelaraskan
tujuan yang saling bertentangan dan menentukan prioritas.
4. Manajer harus
berpikir secara analitis dan konseptual.
5. Manajer adalah
mediator.
6. Manajer adalah
politikus.
7. Manajer adalah
diplomat.
8. Manajer adalah
symbol.
9. Manajer harus mampu
mengambil keputusan yang sulit.
“Seorang manajer yang efektif adalah seorang
manajer yang mampu membuat suatu pekerjaan terselesaikan dan menjaga tingkat
kepuasan yang tinggi di tempat kerja.”
Pengamatan
menunjukkan bahwa manajer yang melaksanakan fungsi manajemen dengan baik adalah
seorang manajer yang lebih berhasil. Makin banyak waktu yang digunakan oleh
seorang manajer untuk merencana, semakin besar keuntungan yang diperoleh
perusahaan mereka, karena fungsi perencanaan memegang peranan penting dalam
keseluruhan fungsi manajemen.
Tingkatan
dan Tipe-tipe Manajer
Jenis manajer dalam
organisasi dapat diklasifikasikan berdasarkan dua bentuk, yang pertama Manajer
berdasarkan tingkatan manajemen dalam organisasi dan kedua berdasarkan lingkup
kegiatan organisasi yang berada di bawah tanggungjawabnya. Berdasarkan
tingkatan manajemen organisasi, manajer terdiri dari manajer puncak (top
manager), manajer menengah (middle manager), manajer bawah (lower
manager atau first-line manager), dan pemimpin kelompok (group
leader).
Top manager efektif
adalah seorang pemikir strategis yang berorientasi ke depan yang membuat banyak
keputusan dalam kondisi yang tidak pasti dan penuh persaingan. Manajer puncak (
chief executive officer, chief operational officer, direktur utama, presiden
direktur, vice-president, president) terdiri dari kelompok yang relatif kecil ,
bertanggungjawab atas keseluruhan manajemen organisasi. Menetapkan kebijakan
operasional dan membimbing proses interaksi dengan lingkungan organisasi. Top
manager bertanggung jawab untuk menciptakan kondisi penting untuk perubahan,
membantu karyawan untuk bertanggung jawab kepada perusahaan, bertanggung jawab
untuk menciptakan budaya posistif organisasi melalui bahasa dan tindakan dan
bertanggung jawab mengamati lingkungan usahanya.
Middle manager efektif
adalah seorang yang mampu mengembangkan dan menerapkan rencana kerja yang
sesuai dengan tujuan dari tingkatan yang lebih tinggi, berorientasi pada
kelompok dan bekerja sama serta mengkoordinasi kegiatan antar unit dalam
organisasi serta mampu menerapkan perubahan atau strategi yang diciptakan oleh
manajer puncak. Manajer menengah (kepala, manajer divisi, manajer cabang,
manajer pabrik, dekan).
First-Line Manager efektif
adalah seseorang yang mampu mengelola kinerja satu unit kerja yang dapat
menyelesaikan tugas dan tanggungjawab jangka pendek yang sesuai dengan rencana
middle dan top manager. Manajer lini pertama (supervisor atau pemimpin
kelompok).
Pemimpin
Kelompok adalah jenis pekerjaan manajemen yang relatif baru yang
dikembangkan semenjak perusahaan beralih kepada kelompok yang mandiri. Pemimpin
kelompok mengarahkan pekerjaan perorangan dan membantu aktivitas kelompok ke
arah pencapaian sasaran. Pemimpin kelompok juga membantu kinerja kelompok,
mengelola hubungan luar dan hubungan dalam kelompok.
Berdasarkan lingkup kegiatan organisasi yang
berada di bawah tanggung jawabnya, manajer terdiri dari manajer fungsional dan
manajer umum.
Manajer fungsional
yaitu manajer yang bertanggung jawab atas satu bidang kegiatan tertentu seperti
keuangan, pemasaran, produksi, personalia, akuntansi atau penjualan.
Manajer umum membawahi
semua kegiatan suatu unit seperti sebuah cabang, perusahaan terpisah atau
bagian operasional terpisah yang memiliki bagian produksi, pemasaran,dan
keuangan sendiri.
Fungsi Manajemen
Empat fungsi manajemen sebagai tugas utama
yang harus dilaksanakan seorang manajer dalam mengelola organisasi untuk
mencapai tujuan atau yang dikenal sebagai proses manajemen adalah sebagai
berikut :
Perencanaan (planning).
Proses untuk menentukan tujuan yang akan
dicapai serta langkah-langkah yang harus diambil untuk mencapainya, meliputi
penetapan sasaran, merumuskan tujuan, menetapkan strategi, membuat strategi, dan
mengembang-kan subrencana untuk mengkoordinasikan kegiatan.
Pengorganisasian (organizing).
Proses pemberian tugas,
pengalokasian sumber daya serta pengaturan kegiatan secara terkoordinir kepada
setiap individu dan kelompok untuk menerapkan rencana yang telah dibuat.,
meliputi penetapan dimana keputusan akan dibuat, siapa yang akan melaksanakan
tugas dan pekerjaan, serta siapa yang akan bekerja untuk siapa.
Memimpin (leading)
Proses menumbuhkan semangat pada karyawan
agar bekerja dengan baik dan membimbing mereka untuk melaksanakan kegiatan yang
sesuai rencana dalam rangka mencapai tujuan, memberi inspirasi dan motivasi
kepada karyawan untuk berusaha keras mencapai sasaran organisasi.
Pengendalian (controlling).
Proses mengukur kinerja, membandingkan antara
hasil sesungguhnya dengan rencana yang telah dibuat serta mengambil tindakan
koreksi yan diperlukan.
Belakangan
ini para manajer mengubah cara mereka melaksanakan fungsi-fungsi manajemen.
Perubahan ini diwujudkan dalam perbedaan antara manajemen “lama” dan manajemen
“baru”. Manajer gaya lama menganggap diri mereka sebagai boss, sedangkan
manajer gaya baru menganggap diri mereka sebagai sponsor, pemimpin kelompok
atau konsultan internal. Beberapa perbedaan lainnya adalah manajer gaya lama
mengambil keputusannya sendiri, dan manajer gaya baru mendengarkan masukan dari
orang lain dalam pengambilan keputusan. Akibatnya manajer gaya lama bekerja
lebih lama sedangkan manajer gaya baru bekerja lebih mengutamakan hasil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar