Rabu, 27 Maret 2013

condisional sentences


Condtional setence
Conditional Sentence
Conditional sentence merupakan complex sentence (kalimat kompleks) yang terdiri dari subordinate clause berupa pernyataan unreal (tidak ada kemungkinan terwujud) atau hypothetical (ada kemungkinan terwujud) dan main clause berupa result / consequence (hasil / konsekuensi). Penjelasan lebih lengkap dapat dilihat di If Conditional Sentence.

Pengertian Conditional Type 1

Conditional type 1 adalah kalimat pengandaian yang digunakan ketika result / consequence (hasil) dari condition (syarat) memiliki kemungkinan untuk terwujud karena condition-nya realistik untuk dipenuhi di masa depan.

Rumus Conditional Type 1

Rumus kalimat pengandaian ini dapat dilihat pada tabel sebagai berikut di bawah ini.
if + condition, result/consequence
if + simple present, will + bare infinitive

atau rumus tanpa menggunakan koma:
result/consequence + if + condition
will + bare infinitive + if + simple present

Negatif if + condition

Rumus: if…not dapat digantikan dengan unless.

Contoh Conditional Type 1

Beberapa contoh conditional type 1 dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Kalimat
Contoh conditional type 1 dengan koma
Contoh conditional type 1 tanpa koma
(+)
If I have free time, I will go swimming.
I will go swimming if I have free time.
If the bell rings, I’ll go home.
I’ll go home if the bell rings.
(-)
If you do not finish your homework, your teacher will be angry.
Your teacher will be angry if you do not finish your homework.
If he doesn’t come, I won’t be angry.
I won’t be angry if he doesn’t come.
Unless he comes, I will not be angry.
I will not be angry unless he comes.
If he comes, I won’t be angry.
I won’t be angry if he comes.
(?)
If they invite you, will you come?
Will you come if they invite you?
Sampai disini penjelasan tentang conditional type 1. Semoga bermanfaat dan mohon maaf jika ada kekurangan. Feel free to comment! :)
This entry was posted in Conditional type 0, 1, 2, 3.

TYPE2.PRESENT CONDITIONAL

Present Continuous Tense juga disebut Present Progressive Tense adalah bentuk waktu yang digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan, keadaan atau peristiwa yang sedang terjadi pada saat dibicarakan.

CATATAN
Pada penggunaan Present Continuous Tense kata kerja yang digunakan harus diakhiri dengan -ing / (Verb + ing).
Bentuk waktu Present Continuous Tense menggunakan jenis "TO BE 1".

Rumus dan Contoh Kalimat Present Continuous Tense

+
Subject + To be 1 + (Verb + ing) + Object
-
Subject + To be 1 + NOT + (Verb + ing) + Object
?
To be 1  + Subject + (Verb + ing) + Object ?
?
Question Word + To be 1  + Subject + (Verb + ing) + Object ?

Contoh :
+
We are studying now.
-
We are not (aren't) studying now.
?
Are you studying now?
Jawaban: Yes I am, atau I, am not
?
What are you doing?
Jawaban: I am studying now
Who is studying English?
Jawaban: She is studying English

Keterangan waktu untuk Present Continuous Tense yang digunakan adalah:
Now, at present, right now, at the morning, this afternoon, this morning, today, nowdays, for the time being  and so on.

PAST CONDITIONAL
RUMUS
* [If / When ... Simple Past ..., ... Simple Past ...]
* [... Simple Past... if / when ... Simple Past ...]
PENGGUNAAN
Past Real Conditional menggambarkan apa yang biasanya Anda lakukan dalam waktu tertentu di situasi nyata kehidupan Anda. Hal ini menjelaskan bahwa kebiasaan Anda tadi telah berubah dan Anda biasanya tidak lakukan akhir-akhir ini.
Contoh:
* If I went to a friend’s house for dinner, I usually took a bottle of wine or some flowers. I don’t do that anymore.
* When I had a day off from work, I often went to the beach. Now, I never get time off.
* If the weather was nice, she often walked to work. Now, she usually drives.
* Jerry always helped me with my homework when he had time. But he doesn’t do that anymore.
* A: What did you usually do when it rained?
B: I usually stayed at home.
CATATAN
Bentuk “used to” menggambarkan suatu ide bahwa sesuatu yang merupakan kebiasaan lama telah berhenti dan tidak lagi dilakukan di masa lalu. Bentuk ini bisanya digunakan dalam kalimat Past Real Conditional untuk menekankan bahwa dulunya itu adalah kebiasaan.
Contoh:
* If I went to a friend’s house for dinner, I used to take a bottle of wine or some flowers. I don’t do that anymore.
* When I had a day off from work, I used to go to the beach. Now, I never get time off.
* If the weather was nice, she used to walk to work. Now, she usually drives.
* Jerry used to help me with my homework when he had time. But he doesn’t do that anymore.
* A: What did you usually do when it rained?
B: I used to stay at home.
If / When
“if” dan “when” digunakan dalam Past Real Conditional. “if” digunakan untuk menjelaskan tentang suatu perkerjaan atau aktivitas yang jarang terjadi di masa lampau. Sedangkan “when” digunakan untuk menjelaskan suatu aktivitas dulunya sering terjadi.
Contoh:
* When I had a day off from work, I usually went to the beach.
* I regularly had days off from work.
* If I had a day off from work, I usually went to the beach.
* I rarely had days off from work.
Past Unreal Conditional
RUMUS
* [If ... Past Perfect ..., ... would have + past participle ... ]
* [... would have + past participle ... if ... Past Perfect ...]
PENGGUNAAN
Past Unreal Conditional digunakan untuk membicarakan situasi yang menjadi imajenasi di masa lampau.
Contoh:
* If I had owned a car, I would have driven to work. But I didn’t own one, so I took the bus.
* She would have traveled around the world if she had had more money. But she didn’t have much money, so she never traveled.
* I would have read more as a child if I hadn’t watched so much TV. Unfortunately, I did watch a lot of TV, so I never read for entertainment.
* Mary would have gotten the job and moved to Japan if she had studied Japanese in school instead of French.
* If Jack had worked harder, he would have earned more money. Unfortunately, he was lazy and he didn’t earn much.
* A: What would you have done if you had won the lottery last week?
B: I would have bought a house.
* A: What city would you have chosen if you had decided to move to the United States?
B: I would have chosen Seattle.
Penggunaan “If”
“if” digunakan dalam Past Unreal Conditional sedangkan “when” tidak dapat digunakan dalam bentuk ini.
Contoh:
* I would have bought that computer when it had been cheaper. Not Correct
* I would have bought that computer if it had been cheaper. Correct
Conditional Dengan Modal Verbs
Perhatikan bentuk Modals dalam Conditional di bawah ini:
1. would have + can = could have
2. would have + shall = should have
3. would have + may = might have
Kata “can,” “shall” dan “may” tidak dapat digunakan dengan “would have.”
Contoh:
* If I had gone to Egypt, I could have learned Arabic.
* If she had had time, she might have gone to the party.
Kata “could,” should,” “might” dan “ought to” sudah termasuk dalam Conditional, jadi tidak perlu Anda gabungkan dengan “would have.”
Contoh:
* If I had had more time, I could have exercised after work.
* If he had invited you, you might have gone.

Kamis, 21 Maret 2013

prusahaan susu kedelai

http://www.google.co.id/search?q=perusahaan+susu+kedelai&hl=id&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ei=qPxKUZGfAYPXrQe5_4G4CQ&ved=0CAcQ_AUoAQ&biw=1366&bih=609

  1.    https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvOn-MROFEKnvxwiYtaMhZ9Slqr3QKkzHpzfHNUYrzyK6XV66_ACKMoKtp2ZjqFMkgHbBqQhyrKCmRu8INXJYjdIAtqgBgpJN0WS5EWV1IvgHlbNW7H1obAUaXz5R6aPwGDYLL72VaXLo/s1600/jual+susu+kedelai.jpg
  2. profil produk
    1. Bahan:
      1. Kedelai
      2. Vanili
      3. Gula pasir
      4. Garam
      5. Maizena
      6. Air mineral (galonan)
  3. Cara membuat:
  • Kedelai dicuci dan dibersihkan dari kotoran-kotoran seperti pasir, tangkai, dan kulit kedelai, kemudian direndam kurang lebih 2 jam.
  • Rebus kedelai yang telah bersih selama kira-kira 15 menit, lalu rendam dalam air bersih selama kira-kira 12 jam.
    • Cuci sampai kulit arinya terkelupas.
    • Lalu giling kedelai tersebut menggunakan mesin giling.
  • Campur kedelai yang sudah halus dengan air panas. Aduk-aduk campuran sampai rata.
  • Saring campuran dengan kain saring, sehingga diperoleh larutan/sari untuk susu kedelai.
  • Tambakan gula pasir, vanili, coklat, dan garam ke dalam larutan susu, lalu aduk sampai rata dan panaskan hingga mendidih.
  • Setelah dingin susu kedelai yang sudah mengalami beberapa proses atau langkah-langkah di atas maka dikemasdan kini siap untuk di pasarkan.
1. Analisis Peluang Pasar
Peluang pasar untuk produk yang berbahan dasar kedelai ini sangatlah besar melihat budaya masyarakat yang konsumtif dan peluang pasar yang menjanjikan. Selain itu daya beli komsumen terhadap produk ini cukup bervariasi dari konsumen elite hingga konsumen menegah bawah. Produk ini dapat dikonsumsi oleh semua golongan karena harganya yang relatif terjangkau serta memiliki nilai kepuasan yang tinggi.
Metode pemasaran Susu Kedelai “SARI ALAMI” ini adalah dengan menyebarkan brosur-brosur pada masyarakat pada permulaan usaha serta metode getok tular, dengan membuat para konsumen merasa puas terhadap sajian produk dan pelayanan prima yang disuguhkan perusahaan akan mampu membuat mereka menyebarkannya pada orang sekampungnya (dari mulut kemulut).
Sasaran pasar poduk susu kedelai ini utamanya adalah mahasiswa kampus universitas Trunojoyo dan Masyarakat sekitar Kamal-Bangkalan. Tempat penjualannya di kampus, bisa dititip di etalase Fakultas Pertanian atau di Kopma, di toko atau warung-warung di sekitar perumahan Telang-Kamal-Bangkalan, atau bahkan di supermarket- supermarket terdekat.
Untuk menembus tingkat pasar yang optimal, maka diperlukan sekali untuk memikirkan strategi yang akan ditempuh untuk membangun usaha agar mendapatkan respon yang bagus dari konsumen  di pasar bersaing. dengan menganaliasa lingkungan internal dan eksternal yang ada di pasar domestik akan mempermudah bagi perusahaan dalam menyusun strategi yang baik dan efisien.
2. Tingkat Persaingan
Melihat situasi di tempat yang akan dimasuki produk, sepertinya produk susu kedelai ini akan laku di pasaran. Hal ini dikarenakan harganya yang terjangkau dan sangat pas untuk ukuran dompet mahasiswa.
Selain itu pesaing yang akan menyaingi produk ini tampaknya belum ada khususnya di kampus Universitas Trunojoyo.
. .Strengths (Kekuatan)
a)      Proses pembuatannya mudah dan sederhana
b)      Kualitas rasa dan tekstur produk yang khas (beda dengan yang lain).
c)      Harga jual murah meriah
d)     Tempat penjualan dan konsumen telah tersedia
e)      Memanfaatkan e-Business  untuk  mempromosikan   produk melalui internet.
f)       Tempat produksi ada di wilayah perumahan yang rata-rata kost mahasiswa
g)      Kemasan menarik dan berlabel
h)      Kualitas produk terjamin
2.Weaknesses (Kelemahan)
a)      Harga bahan baku (kedelai) yang relatif tidak menentu (stabil) bahkan beberapa waktu yang lalu sempat menglami kelangkaan.
b)      Manejemen perusahaan masih sederhana
c)      Terdapat endapan pada susu kedelai.
d)     Jika tidak tepat prosesnya terdapat tahu di lapisan atas susu
e)      Kuarang cukup modal mengingat kita sebagai mahasiswa
f)       Proses produksi bentrok dengan jadwal kuliah
g)      Ketidak tahuan masyarakat terhadap kandungan gizi yang diliki susu kedelai
3.Opportunities (Peluang )
a)    Pertumbuhan pasar dimungkinkan meningkat
b)    Peluang pasar untuk mendapatkan konsumen yang menjanjikan
c)    Belum ada pesaing  khususnya untuk pemasaran di kampus
d)   Keterbukaan untuk menggunakan teknologi baru ke depannya untuk membuat kemajuan besar dibidang produksi khususnya.
e)    Cuaca Madura khususnya Bangkalan yang panas membuat orang ingin mengkonsumsi minuman yang segar
4. Threats (Ancaman)
a)      Selera konsumen yang selalu berubah – ubah mempunyai pengaruh yang besar terhadap pembelian produk
b)      Susu kedelai tidak bisa disimpan lama dan akan merugikan jika tidak laku dalam sehari
c)      Munculnya pesaing baru
d)     Banyaknya  variasi minuman ringan


profil produk


nama: indra desmanto
kls:1EA22
13212689


  1.    https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvOn-MROFEKnvxwiYtaMhZ9Slqr3QKkzHpzfHNUYrzyK6XV66_ACKMoKtp2ZjqFMkgHbBqQhyrKCmRu8INXJYjdIAtqgBgpJN0WS5EWV1IvgHlbNW7H1obAUaXz5R6aPwGDYLL72VaXLo/s1600/jual+susu+kedelai.jpg
  2. profil produk
    1. Bahan:
      1. Kedelai
      2. Vanili
      3. Gula pasir
      4. Garam
      5. Maizena
      6. Air mineral (galonan)
  3. Cara membuat:
  • Kedelai dicuci dan dibersihkan dari kotoran-kotoran seperti pasir, tangkai, dan kulit kedelai, kemudian direndam kurang lebih 2 jam.
  • Rebus kedelai yang telah bersih selama kira-kira 15 menit, lalu rendam dalam air bersih selama kira-kira 12 jam.
    • Cuci sampai kulit arinya terkelupas.
    • Lalu giling kedelai tersebut menggunakan mesin giling.
  • Campur kedelai yang sudah halus dengan air panas. Aduk-aduk campuran sampai rata.
  • Saring campuran dengan kain saring, sehingga diperoleh larutan/sari untuk susu kedelai.
  • Tambakan gula pasir, vanili, coklat, dan garam ke dalam larutan susu, lalu aduk sampai rata dan panaskan hingga mendidih.
  • Setelah dingin susu kedelai yang sudah mengalami beberapa proses atau langkah-langkah di atas maka dikemasdan kini siap untuk di pasarkan.
1. Analisis Peluang Pasar
Peluang pasar untuk produk yang berbahan dasar kedelai ini sangatlah besar melihat budaya masyarakat yang konsumtif dan peluang pasar yang menjanjikan. Selain itu daya beli komsumen terhadap produk ini cukup bervariasi dari konsumen elite hingga konsumen menegah bawah. Produk ini dapat dikonsumsi oleh semua golongan karena harganya yang relatif terjangkau serta memiliki nilai kepuasan yang tinggi.
Metode pemasaran Susu Kedelai “SARI ALAMI” ini adalah dengan menyebarkan brosur-brosur pada masyarakat pada permulaan usaha serta metode getok tular, dengan membuat para konsumen merasa puas terhadap sajian produk dan pelayanan prima yang disuguhkan perusahaan akan mampu membuat mereka menyebarkannya pada orang sekampungnya (dari mulut kemulut).
Sasaran pasar poduk susu kedelai ini utamanya adalah mahasiswa kampus universitas Trunojoyo dan Masyarakat sekitar Kamal-Bangkalan. Tempat penjualannya di kampus, bisa dititip di etalase Fakultas Pertanian atau di Kopma, di toko atau warung-warung di sekitar perumahan Telang-Kamal-Bangkalan, atau bahkan di supermarket- supermarket terdekat.
Untuk menembus tingkat pasar yang optimal, maka diperlukan sekali untuk memikirkan strategi yang akan ditempuh untuk membangun usaha agar mendapatkan respon yang bagus dari konsumen  di pasar bersaing. dengan menganaliasa lingkungan internal dan eksternal yang ada di pasar domestik akan mempermudah bagi perusahaan dalam menyusun strategi yang baik dan efisien.
2. Tingkat Persaingan
Melihat situasi di tempat yang akan dimasuki produk, sepertinya produk susu kedelai ini akan laku di pasaran. Hal ini dikarenakan harganya yang terjangkau dan sangat pas untuk ukuran dompet mahasiswa.
Selain itu pesaing yang akan menyaingi produk ini tampaknya belum ada khususnya di kampus Universitas Trunojoyo.
. .Strengths (Kekuatan)
a)      Proses pembuatannya mudah dan sederhana
b)      Kualitas rasa dan tekstur produk yang khas (beda dengan yang lain).
c)      Harga jual murah meriah
d)     Tempat penjualan dan konsumen telah tersedia
e)      Memanfaatkan e-Business  untuk  mempromosikan   produk melalui internet.
f)       Tempat produksi ada di wilayah perumahan yang rata-rata kost mahasiswa
g)      Kemasan menarik dan berlabel
h)      Kualitas produk terjamin
2.Weaknesses (Kelemahan)
a)      Harga bahan baku (kedelai) yang relatif tidak menentu (stabil) bahkan beberapa waktu yang lalu sempat menglami kelangkaan.
b)      Manejemen perusahaan masih sederhana
c)      Terdapat endapan pada susu kedelai.
d)     Jika tidak tepat prosesnya terdapat tahu di lapisan atas susu
e)      Kuarang cukup modal mengingat kita sebagai mahasiswa
f)       Proses produksi bentrok dengan jadwal kuliah
g)      Ketidak tahuan masyarakat terhadap kandungan gizi yang diliki susu kedelai
3.Opportunities (Peluang )
a)    Pertumbuhan pasar dimungkinkan meningkat
b)    Peluang pasar untuk mendapatkan konsumen yang menjanjikan
c)    Belum ada pesaing  khususnya untuk pemasaran di kampus
d)   Keterbukaan untuk menggunakan teknologi baru ke depannya untuk membuat kemajuan besar dibidang produksi khususnya.
e)    Cuaca Madura khususnya Bangkalan yang panas membuat orang ingin mengkonsumsi minuman yang segar
4. Threats (Ancaman)
a)      Selera konsumen yang selalu berubah – ubah mempunyai pengaruh yang besar terhadap pembelian produk
b)      Susu kedelai tidak bisa disimpan lama dan akan merugikan jika tidak laku dalam sehari
c)      Munculnya pesaing baru
d)     Banyaknya  variasi minuman ringan

Selasa, 29 Januari 2013

puisi ibu

Ibu
By: Ade Yulianti
aku begitu mencintaimu aku begitu merindukan mu
kau begitu indah dan sempurna dimataku

pengorbananmu begitu tulus hingga aku sulit untuk membalasnya
doaku selalu ku panajat kan untukmu
kasih sayangmu begitu besar

pelukkan mu begitu hangat hingga aku selalu terjaga
dalam tidurku....

ibu ibu ibu aku rindu kepadamu aku rindu saat kau membuaiku
dengan kasih sayang....
yaah allah jagalah ibu ku di sisimu dan biakan lah
ia merasakan surga mu

ibu ibu ibu kau apa kah kah mendengarkan jeritan ini
jeritan anakmu yang merindukan mu
ibu berikan ketegaran untuk anak mu ini
agar anakmu bisa terus seyum sepeti
senyuman mu yang tulus....


Puisi Seorang Anak untuk Ibu
Aku berangkat sekarang untuk membantai lawan
Untuk berjuang dalam pertempuran.
Aku berangkat, Bu, dengarlah aku pergi
Doakanlah agar aku berhasil.

Sayapku sudah tumbuh, aku ingin terbang.
Merebut kemenangan di mana pun adanya.
Aku akan pergi, Bu, janganlah menangis
Biar kucari jalanku sendiri.

Aku ingin melihat, menyentuh, dan mendengar
Meskipun ada bahaya, ada rasa takut.
Aku akan tersenyum dan menghapus air mata
Biar kuutarakan pikiranku.

Aku pergi mencari duniaku, cita-citaku
Memahat tempatku, menjahit kainku
Ingatlah, saat aku melayari sungaiku
Aku mencintaimu, di sepanjang jalanku.

kumpulan pantun pendidikan

Dua Mei hari pendidikan
Hari lahir Ki Hajar Dewantara
Jika orang tidak berpendidikan
Seumur hidup bakal sengsara

Hayam Wuruk raja termahsyur
Gajah Mada pemersatu Bangsa
Cinta ilmu sepanjang umur
Cinta bangsa sepanjang masa

Ucapkan kata dengan suara
Kata jelas suara pun jernih
Jika bicara lihatlah suasana
Gunakan kata secara terpilih

Setiap berkata gunakan otak
Otak berfikir demi pengetahuan
Sama-sama bibir bergerak
Pilihlah kata yang menyenangkan

Orang bijak cinta bahasa
Bahasa luas Bahasa masyarakat
Bahasa itu menunjukan Bangsa
Bangsa terhotmat punya martabat

tips aman berkendaraan bermotor pada saat hujan

1. Periksa ban
2. Sedia perlengkapan anti hujan.
3. Pastikan body motor aman

Kamis, 17 Januari 2013

Manusia dan Keadilan

Manusia dan keadilan
Setiap kehidupan manusia dalam melakukan aktivitas nya pasti pernah mengalami perlakuan yang tidak adil. Jarang sekali kita mengalami perlakuan yg adil dari setiap aktivitas yang kita lakukan. Dimana setiap diri manusia pasti terdapat suatu dorongan atau keinginan untuk berbuat jujur namun terkadang untuk melakukan kejujuran itu sangatlah sulit dan banyak kendala nya yang harus di hadapi, seperti keadaan atau situasi, permasalahan teknis hingga bahkan sikap moral.
Dampak positif dari keadilan itu sendiri dapat menghasilkan kreatifitas dan seni tingkat tinggi, karena ketika seseorang mendapat perlakuan yang tidak adil maka orang tersebut akan mencoba untuk bertanya atau melalukan perlawanan “protes” dengan caranya sendiri. Dan dengan cara itulah yang dapat menghasilkan kreatifitas dan seni tingkat tinggi seperti demonstrasi, melukis, menulis dalam bentuk apapun hingga bahkan membalasnya dengan berdusta dan melakukan kecurangan.
Arti dari keadilan itu sendiri adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Menurut sebagian besar teori nya, keadilan memiliki tingkat kepentingan yang sangat besar. John Rawls, filsuf Amerika Serikat yang dianggap salah satu filsuf politik terkemuka abad ke-20, menyatakan bahwa “Keadilan adalah kelebihan (virtue) pertama dari institusi sosial, sebagaimana halnya kebenaran pada sistem pemikiran”. Tapi, menurut kebanyakan teori juga, keadilan belum lagi tercapai. “Kita tidak hidup di dunia yang adil”. Kebanyakan orang percaya bahwa ketidakadilan harus dilawan dan dihukum, dan banyak gerakan sosial dan politis di seluruh dunia yang berjuang menegakkan keadilan. Tapi, banyaknya jumlah dan variasi teori keadilan memberikan pemikiran bahwa tidak jelas apa yang dituntut dari keadilan dan realita ketidakadilan, karena definisi apakah keadilan itu sendiri tidak jelas. keadilan intinya adalah meletakkan segala sesuatunya pada tempatnya.
Menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan pelakuan yang seimbang antara hak-hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan kewajibannya. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi hak nya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.
Adapun macam-macam keadilan sebagai berikut :
1.  Keadilan Legal atau Keadilan Moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjadi kesatuannya.Dalam masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan menurut sifat dasarnya paling cocok baginya (the man behind the gun). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan oleh yang lainnya disebut keadilan legal.
Keadilan timbul karena penyatuan dan penyesuaian untuk memberi tempat yang selaras kepada bagian-bagian yang membentuk suatu masyarakat.
Dan Ketidakadilan terjadi apabila ada campur tangan terhadap pihak lain yang melaksanakan tugas-tugas yang selaras sebab hal itu akan menciptakan pertentangan dan ketidak keserasian.
2. Keadilan Distributif
Aristotele berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama diperlakukan tidak sama (justice is done when equels are treated equally).
3. Kadilan Komutatif
Keadilan ini bertujuan untuk memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum.Bagi Aristoteles pengertian keadilan ini merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrem menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.
4. Kejujuran
Kejujuran atau jujur artinya apa-apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya, apa yang dikatakan sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Untuk itu dituntut satu kata dan perbuatan, yang berarti bahwa apa yang dikatakan harus sama dengan perbuatannya. Karena itu jujur berarti juga menepati janji atau kesanggupan yang terlampir melalui kata-kata ataupun yang masih terkandung dalam hati nuraninya yang berupa kehendak, harapan dan niat.
Sikap jujur itu perlu di pelajari oleh setiap orang, sebab kejujuran mewujudkan keadilan, sedang keadilan menuntut kemuliaan abadi, jujur memberikan keberanian dan ketentraman hati, serta menyucikan lagi pula membuat luhurnya budi pekerti.
Pada hakekatnya jujur atau kejujuran di landasi oleh kesadaran moral yang tinggi kesadaran pengakuan akan adanya sama hak dan kewajiban, serta rasa takut terhadap kesalahan atau dosa.
Adapun kesadaran moral adalah kesadaran tentang diri kita sendiri karena kita melihat diri kita sendiri berhadapan dengan hal yang baik dan buruk.
Kejujuran besangkut erat dengan masalah hati nurani. Menurut M.Alamsyah dalam bukunya budi nurani dan filsafat berfikir, yang disebut nurani adalah sebuah wadah yang ada dalam perasaan manusia. Wadah ini menyimpan suatu getaran kejujuran, ketulusan dalam meneropong kebenaran local maupan kebenaran illahi (M.Alamsyah,1986 :83). Nurani yang di perkembangkan dapat jadi budi nurani yang merupakan wadah yang menyimpan keyakinan. Kejujuran ataupun ketulusan dapat di tingkatkan menjadi sebuah keyakinan atas diri keyakinannya maka seseorang di ketahui kepribadianya.
Dan hati nurani bertindak sesuai dengan norma-norma kebenaran akan menjadikan manusianya memiliki kejujuran, ia akan menjadi manusia jujur. Sebaliknya orang yang secara terus-menerus berfikir atau bertindak bertentangan dengan hati nuraninya akan selalu mengalami konfik batin, ia akan selalu mengalami ketegangan, dan sifatnya kepribadiannya yang semestinya tunggal menjadi pecah. Untuk mempertahankan kejujuran, berbagai cara dan sikap yang perlu di pupuk. Namun demi sopan santun dan pendidikan, orang di perbolehkan berkata tidak jujur apabila sampai batas-batas yang di tentukan.
Kecurangan identik dengan ketidakjujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik meskipuntidak serupa benar. Kecurangan adalah apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nurani nya atau orang itu memang dari hatinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan tanpa adanya usaha. Yang dimaksud dengan keuntungan adalah keuntungan yang berupa materi. Mereka yang berbuat curang menganggap akan mendatangkan kesenangan atau kenikmatan, meskipun orang lain menderita karena nya. Kecurangan juga menyebabkan manusia menjadi serakah, tamak ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya dan senang bila masyarakat disekelilingnya hidup menderita. Orang seperti itu biasa nya tidak senang bila ada orang yang melebihi kekayaannya, padahal agama apapun tidak membenarkan orang yang mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya tanpa menghiraukan orang lain dan lebih lagi mengumpulkan harta dengan jalan yang curang. Hal semacam itu dalam istilah agama tidak akan di ridhoi oleh allah dan akan mendapatkan dosa yang setimpal.
Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menjaga dengan hati-hati agar namanya tetap baik. Lebih-lebih jika ia menjadi teladan bagi orang atau tetangga disekitarnya adalah suatu kebanggaan batin yang tak ternilai harganya.
Ada peribahasa yang berbunyi “daripada berputih mata lebih baik berputih tulang” artinya orang lebih baik mati dari pada malu. Betapa besar nilai nama baik itu sehingga nyawa menjadi taruhannya. Setiap orang tua selalu berpesan kepada anak-anaknya “jagalah nama keluargamu!” Dengan menyebut “nama” berarti sudah mengandung arti “nama baik”. Ada pula pesan orang tua “jangan membuat malu” pesan itu juga berarti menjaga nama baik. Orang tua yang menghadapi anaknya yang sudah dewasa sering kali berpesan “laksanakan apa yang kamu anggap baik, dan jangan kamu laksanakan apa yang kamu anggap tidak baik!”. Dengan melaksanakan apa yang dianggap baik berarti pula menjaga nama baik dirinya sendiri, yang berarti menjaga nama baik keluarga juga.
Penjagaan nama baik sangat erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan. Atau boleh dikatakan nama baik atau tidak baik itu adalah dari tingkah laku atau perbuatannya. Yang dimaksud dengan tingkah laku dan perbuatan itu, antara lain cara berbahasa, cara bergaul, sopan santun, disiplin pribadi, cara menghadapi orang, perbuatan-perbuatan yang dihalalkan agama dan lain sebagainya.
OPINI : Setiap manusia harus adil satu dengan yang lainnya jangan hanya memikirkan egoisnya sendiri. kita diwajibkan untuk saling membantu dan adil. Keadilan sangat di perlukan dan dibutuhkan namun keadilan sekarang tidak berlaku lagi karena siapa yang kuat itu yang menang. Keadilan cuma hanya formalitas yang ada di negara kita buktinya keadilan itu sendiri bisa di beli, rakyat yang kecil selalu di tindas dengan rasa tidak keadilan. Dimana letak dari keadilan itu kalau pemerintah sendiri tidak pernah adil. Seharusnya mereka yang jadi pemimpin bangsa harus adil jangan hanya pandang bulu. Rakyat kecil mengharapkan sebuah keadilan dari negara. Siapa yang salah harus dihukum dan yang benar harus dibebaskan. Keadilan juga harus lebih di tegakkan jangan cuma karena di beri duit jadi keadilan yang sesungguhnya tidak seperti kenyataannya. Keadilan sangat diharapkan dan perlu penegasan dalam melakukannya.
http://arfanart.wordpress.com/2012/06/13/manusia-dan-keadilan/